Sabtu, 09 Mei 2020

Persebaran Mahasiswa FPIK UB yang Melakukan Daring di Saat Wabah COVID-19


Persebaran Mahasiswa FPIK UB yang Melakukan Daring di Saat Wabah COVID-19


Seusai dengan salah satu keputusan Pemerintah untuk memutus mata rantai persebaran covid-19. Rektor disetiap universitas memutuskan untuk melakukan pembelajaran secara online. Pembelajaran online ini terus akan dilakukan hingga diperkirakan sampai semester selanjutnya. Keputusan ini membuat mahasiswa ingin kembali ke kampung halamannya walaupun ada beberapa mahasiswa yang masih tetap berada di kos /Kontrakan yang mereka sewa. Gambar diatas adalah persebaran Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang di lihat dari Peta Tematik. Mahasiswa melakukan kuliah dengan di #Rumahaja. Kebijakan ini mempunyai sisi negatif dan sisi positifnya.

Sisi negatif dengan melakukan perkuliahan secara online,Mahasiswa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk paket internet guna menunjang kuliah yang dilakukan secara online. Mahasiswa banyak yang mengeluhkan hal ini hingga sempat ada protes yang dilakukan mahasiswa Universitas Brawijaya dengan #AmarahBrawijaya. Padahal sebelum protes ini ada,Pihak Universitas Brawijaya telah mengumumkan bahwa terdapat gratis kuota 30 GB untuk pengguna indosat,Telkomsel dan XL dengan menggunakan VPN UB.setelah adanya protes mahasiswa tersebut Universitas Brawijaya langsung tanggap dan langsung meminta nomer handphone sesuai dengan yang digunakan untuk Daring. Tak lama terdapat pengumuman bahwa mahasiswa bidikmisi dan afirmasi diharapkan untuk segera mengisi nomer handphone untuk bantuan paket data. Selain itu untuk keadilan terdapat pengurangan SPP untuk mahasiswa golongan I. Sisi negatif yang lain banyak mahasiswa yang kesulitan mendapatkan sinyal khususnya mahasiswa yang berada dipelosok negeri atau kampung.
             

Namun dibalik sisi negatif pasti ada ada sisi positifnya,Sisi Positifnya dengan adanya perkuliahan secara online merubah 1800 sistem perkuliahan yang sebelumnya. Dengan sebelumnya melakukan tatap muka langsung sekarang dapat melakukan tatap muka secara online. Sistem ini menerapkan pembelajaran yang mengikuti perkembangan tekhnologi. Untuk menunjang Daring dosen menggunakan aplikasi-aplikasi yang menudukung pembelajaran secara online seperti Edmodo,Google Classroom,Google Meet atau Zoom. Mahasiswa juga masih dapat memperpresentasikan hasil pembelajaran secara online. Selain itu Orang tua mahasiswa menjadi tau aktifitas anaknya saat melakukan perkuliahan. Mahasiswa juga semakin banyak meluangkan waktu untuk keluarga,begitu juga dengan dosen. Mahasiswa juga bisa melakukan perkuliahan sambil melakukan bisnis online yang bila ditekuni,Bisnis online akan dapat menghasilkan omset yang besar sambil mengalih ilmu untuk menjalankan bisnis. Karna pada dasrnya Universitas Brawijaya adalah Universitas yang bertujuan untuk menghasilkan mahasiswa wirausaha.


            Adanya Pandemi Covid-19 ini juga mendatangkan banyak seminar yang biasannya saat offline untuk mengikutinya harus membayar ratusan ribu rupiah. Tetapi,saat covid-19 seminar-seminar tersebut dilakukan dengan tanpa biaya. Ini membuat kita semangat untuk terush menambah wawasan,menambah ilmu disaat pandemi covid-19 ini. Kita juga penting untuk  tetap menjaga pola hidup sehat disaat wabah. Seperti tetap bangun pagi,bersiap beraktivitas walau dirumah aja,olahraga tiap hari minimal 15 mnt,berjemur 10 menit diwaktu pagi atau sore,menjaga pola makan sehat, dan minum vitamin untuk menjaga kekebalan tubuh dari serangan penyakit. Banyak pula buku-buku yang pernah best seller dibagikan e-book nya secara gratis untuk mengisi waktu luang saat dirumahaja. Banyak pula Materi-materi bahasa asing yang disebarkan secara Cuma-Cuma untuk tetap meningkatkan skill masyarakat walau sedang terjadi wabah.

            Walaupun banyak masyarakat yang susah atau menerima dampak dari covid-19 namun kita harus tetap mengambil hikmahnya. Seperti menyumbangkan rezeki kita yang lebih untuk saudara-saudara kita yang kesusahan karna terjadinya wabah covid-19. Hikmah bahwa kita harus tetap bersyukur apapun keadaanya,hikmah kita bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga,hikmah untuk menyadarkan kita bahwa kita harus terus menjaga alam ini.

            Kita harus tetap berfikiran positif karna dengan berfikir positif,tubuh kita akan merespon dengan meningkatnya imun kita agar terhindar dari penyakit. Jika kita terus berfikir negatif,tubuh kita juga akan merespon negatif salah satunya sakit. Tetap sehat dengan dirumah aja karna dengan begitu kita membantu mempercepat persebaran covid-19 ini segera berhenti dan kita bisa beraktivits kembali seperti semula.

STAYSAFE

Jumat, 10 April 2020

Keadaan Logistik selama Wabah Covid19


Ketersediaan bahan pangan dan Harga pangan  di Indonesia selama wabah Covid-19

Adanya wabah Covid-19 membuat keadaan logistik tidak stabil mulai dari ketersediaan bahan pangan hingga ketidak stabilan harga. Hal ini mengakibatkan banyak masyarakat menengah kebawah yang penghasilannya berkurang dengan adanya wabah ini semakin sulit memenuhi kebutuhannya untuk makan.Namun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang membuat harga bahan pokok stabil kembali.
Selain itu,Setiap tahun menjelang Lebaran ketersediaan bahan pokok dan harganya menjadi perhatian. Sebab, sering kali persediaan menipis atau kosong akhirnya membuat harga merangkak naik. Harga menjadi tak stabil. Mencermati itu, Ombudsman RI dan perwakilan melakukan inspeksi mendadak ( sidak) serentak pada Jumat (17/5/2019). Ada sepuluh komoditas yang masuk dalam pantauan,. Anggota Ombudsman RI Ahmad Alamsyah Saragih, mengatakan, sidak ini dilakukan. Karena sempat terjadi kenaikan dan dikeluhkan masyarakat.


·         Pantau indikasi penimbunan

Selain memantau persediaan bahan pokok dan harganya, Ombudsman juga mempelajari terkait indikasi penimbunan yang dilakukan distributor maupun importir. Jika ditemukan akan dilakukan upaya dan penindakan sesuai prosedur yang ada. "Sejauh ini kami belum melihatnya, baru melihat hilirnya. Kami akan melihat ke belakang," kata Alamsyah. Alamsyah menuturkan, pihaknya akan memantau dan melihat distribusi kebutuhan pokok yang dilakukan distributor dan importir. Apakah memang berlangsung lancar atau terhambat, jika tidak apa kendala yang dihadapi. "Yang paling penting sebenarnya menjelang Lebaran ini harga turun dan relatif stabil," ungkapnya. Dia menjelaskan, berdasarkan hasil sidak dan pantauan di sejumlah pasar wilayah Jakarta, harga bawang putih sudah mulai turun. Hal ini terjadi karena stok di pasaran sudah mulai masuk. "Ini menunjukkan barang impor sudah masuk. Jadi, kebutuhan dari pedagang sudah terpenuhi, karena kemarin harga tinggi karena barang sulit (didapat). Kasihan juga mereka," sambungnya. Ombudsman akan

·         Sidak ke Pasar se-Indonesia

         Sidak serentak se-Indonesia Sidak Ombudsman dilakukan ke pasar-pasar secara serentak di seluruh provinsi se-Indoensia, Jumat (17/5/2019). Sidak dilakukan untuk melihat langsung persediaan dan harga bahan pokok di pasaran. "Kami lakukan tinjauan ke pasar ini di 34 provinsi. Ini serentak seluruh Indonesia," kata dia. Alamsyah mengatakan, langkah ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung terkait kondisi stok dan harga bahan pokok. Usai melakukan tinjauan, Ombudsman akan membandingkan dan menelaah apa yang terjadi di lapangan. Hasil yang ditemukan dalam sidak ini akan disampaikan kepada publik dan pemerintah lewat instansi terkait. Sehingga mereka juga mengatahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.



Berikut adalah Tabel Analisis Harga selama 10 hari dari 30 Maret hingga 8 April 2020 :

Produk
hari ke-1
Hari ke-2
Hari ke-3
Hari ke-4
Hari ke-5
Hari ke-6
Hari ke-7
Hari ke-8
Hari ke-9
Hari Ke-10
Rata-Rata
Beras
12500
12500
12500
13000
13000
12000
12000
12000
12000
12000
12350
Ayam
40000
40000
4000
32000
32000
32000
30000
30000
30000
30000
30000
Sayur
2000
2000
2000
2000
2000
2000
2000
2000
2000
2000
2000
Ikan Tongkol
25000
25000
25000
23000
23000
23000
23000
23000
23000
23000
23600
Ikan Kakap
43000
43000
43000
46000
46000
44000
44000
43000
43000
43000
43800
Cabe
25000
25000
50000
50000
50000
50000
50000
30000
30000
30000
39000
Tempe
6600
6600
7300
7300
7300
7300
7000
7000
7000
7000
7040
Tahu
6600
6600
7300
7300
7300
7300
7000
7000
7000
7000
7040
Telur
22500
22500
22500
21500
21500
21000
21000
21000
21000
21000
21550
Gula
12000
12000
13000
13000
13000
12500
12500
12000
12000
12000
12400
Garam
250
250
300
500
500
500
500
500
500
500
430
Bawang
40000
40000
40000
46000
46000
48000
48000
40000
40000
40000
42800



Berikut adalah Pie Chart dari Harga Rata-Rata Bahan-bahan di tabel analisis

Dapat disimpulkan bahwa harga ikan seperti ikan tongkol,ikan kakap per kg masih tergolong tinggi dari pada harga pokok yang lain,yang menyebabkan masih banyak masyarakat indonesia lebih memilih membeli lauk yang  lain seperti tempe,tahu,ayam,dll.


Harga ikan Tongkol pada hari ke 1 hingga hari ke 3 tetap seharga 25 Ribu rupiah lalu menurun harganya menjadi 23 Ribu rupiah dan terus stabil hingga hari ke 10. Kemungkinan menurunnya harga karna pemerintah berusaha menstabilkan harga agar masyarakat yang penghasilannya berkurang akibat wabah covid-19.


Pada ikan Kakap,analisis hari ke-1 hingga hari ke-3 seharga 43 Ribu Rupiah.lalu harga naik menjadi 46 Ribu rupiah pada hari ke-4 hingga hari ke-5.Harga yang naik ini kemungkinan disebabkan adanya penurunan stock ikan namun naiknya harga tidak lama harga semakin turun dari 46 Ribu ke 44 Ribu lalu pada hari ke-8 hingga hari ke-10 harga kembali pada harga 43 Ribu rupiah.

Pada hari ke-1 hingga hari ke-2 harganya 40 Ribu Rupiah lalu Harga anjlok hingga 4 Ribu rupiah karena pada saat itu banyak akarna diduga dan dikhawatirkan mengandung covid-19. Lalu kembali sedikit normal pada harga 32 Ribu lalu turun dan stabil pada harga 30 Ribu Rupiah.


Harga Sayur stabil dari analisis hari ke-1 hingga hari hari ke-10 seharga 2 Ribu rupiah


Pada hari ke-1 hingga hari ke-3 harga stabil pada harga 12.500 rupiah lalu harga beras naik menjadi 13Ribu Rupiah.Lalu turun menjadi 12 Ribu Rupiah dan stabil pada harga itu.


Pada hari ke-1 hingga hari ke-2 seharga 25 Ribu rupiah.lalu naik seharga 50 Ribu Rupiah pada hari ke-3 hingga hari ke-7.lalu turun pada harga 30 Ribu Rupiah.Bahwa harga cabe sering kali naik turun


Harga tempe seharga 6.600 lalu naik menjadi 7.700 rupiah stabil selama 4 hari. Lalu turun menjadi harga 7.000 Rupiah

Harga tahu pada hari ke-1 hingga hari ke-2 6.600 lalu naik menjadi 7.700 stabil dari hari ke-3 hingga hari ke-6 lalu turun menjadi 7000 rupiah pada hari ke-7 hingga hari ke10.
        
       Keadaan ketersediaan dan harga pangan saat wabah covid-19 ini telah membaik dan berangsur-angsur stabil. Selain itu pemerintah juga telah banyak membagikan sembako-sembako gratis pada masyarakat yang membutuhkan dan juga banyak masyarakat yang mampu atau masyarakat bersatu menyumbang untuk orang-orang yang membutuhkan dan keluarga yang terjankit wabah covid-19.

Stay Safe Teman-Teman :)